HUKUM & KRIMINAL

Judi dan Curanmor Tak Kunjung di Brantas, Warga Serukan Reformasi Polsek Sokobanah

c

cyberlidik

WhatsApp Facebook X

Sampang, Cyberlidik.com | Gelombang aspirasi publik menguat dari Kecamatan Sokobanah. Warga bersama tokoh masyarakat secara terbuka menyatakan dukungan terhadap reformasi Polri, menyusul maraknya praktik perjudian dan meningkatnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dinilai kian meresahkan dan menggerus rasa aman masyarakat.

Aspirasi tersebut disuarakan oleh warga dan tokoh masyarakat Sokobanah dalam beberapa waktu terakhir di wilayah hukum setempat. Tuntutan itu muncul sebagai respons atas kondisi keamanan yang dinilai memburuk akibat praktik perjudian yang berlangsung terbuka serta kasus curanmor yang belum terungkap secara tuntas.

Warga menilai perjudian bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan penyakit sosial yang berdampak luas. Aktivitas tersebut disebut memicu konflik sosial, memperparah kemiskinan, dan melahirkan berbagai tindak kriminal turunan.

“Perjudian bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi penyakit sosial yang merusak masa depan generasi,” ujar seorang tokoh masyarakat Sokobanah, Minggu (11/01/2026).

Selain perjudian, meningkatnya kasus curanmor juga menjadi keluhan utama. Sejumlah warga mengaku telah melaporkan kehilangan kendaraan, namun hingga kini belum mendapatkan kejelasan mengenai perkembangan penanganan kasusnya.

“Motor kami hilang, laporan sudah masuk, tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak aparat kepolisian untuk menghentikan total praktik perjudian melalui penindakan yang tegas, konsisten, dan berkelanjutan. Mereka menilai langkah penertiban yang bersifat sporadis tanpa hasil nyata hanya akan memperpanjang persoalan serta menurunkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Warga juga menuntut pengungkapan tuntas kasus curanmor, termasuk penangkapan pelaku hingga jaringan penadahnya.

“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Pelaku harus dihukum agar ada efek jera,” tegas salah satu perwakilan warga.

Tak kalah penting, masyarakat menyoroti perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan setiap perkara. Mereka meminta kepolisian menyampaikan perkembangan kasus secara berkala kepada publik.

“Keterbukaan adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Dukungan terhadap reformasi Polri ini ditegaskan bukan untuk melemahkan institusi kepolisian, melainkan justru memperkuatnya. Warga berharap adanya penyegaran dan perbaikan kinerja di wilayah hukum Sokobanah agar penegakan hukum berjalan profesional, responsif, dan berkeadilan.

Dengan sinergi antara warga dan tokoh masyarakat, publik berharap dorongan reformasi tersebut mampu menciptakan kembali lingkungan Sokobanah yang aman dan kondusif.

“Kami ingin Sokobanah kembali tenang. Polisi kuat karena dipercaya rakyat,” pungkasnya.

 

Redaksi