Sampang, Cyberlidik.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Camplong kembali mendapat protes dari wali murid penerima manfaat. Protes ini mencuat setelah menu yang disalurkan oleh SPPG 04 Dharma Camplong Yayasan Iltizam dinilai jauh dari kelayakan serta tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan.
Berdasarkan data yang diterima, paket MBG yang dibagikan untuk kebutuhan selama enam hari libur ke depan hanya berisi satu bungkus roti, lima butir telur, satu bungkus biskuit, dua minuman Milo, dua buah pir, dua kotak susu sereal, serta dua butir buah kelengkeng, Jumat 26/12/2025.
Salah satu wali murid penerima manfaat di SMPN 1 Camplong yang enggan disebutkan identitasnya mengaku heran dan kecewa dengan menu tersebut.
“Masak iya selama lima hari menunya seperti itu. Ini tidak masuk akal. Kami khawatir ada hal yang diselewengkan, dan kami akan mencari informasi kebenarannya,” ujarnya kepada tim Cyberlidik.com.
Menurutnya, program MBG seharusnya benar-benar memperhatikan aspek gizi, kecukupan porsi, dan transparansi anggaran, mengingat program tersebut menggunakan dana negara.
Sementara itu, di tempat terpisah, pihak yayasan pengelola SPPG 04 Dharma Camplong memberikan klarifikasi terkait penggunaan anggaran MBG. Pihak yayasan menyebutkan bahwa anggaran yang dikeluarkan telah disesuaikan dengan ketentuan dan kebutuhan distribusi.
“Anggaran yang kami keluarkan untuk porsi kecil sebesar Rp8.000 dikali enam hari, total Rp48.000. Sedangkan untuk porsi besar Rp10.000 dikali enam hari, total Rp60.000. Adapun sisa anggaran kami kembalikan ke keuangan negara karena tidak bisa dicairkan jika tidak ada nota belanjanya. Ini bukti sisa anggarannya saya kirim ke sampean,” ujar perwakilan yayasan kepada tim Cyberlidik.com.
Meski telah ada penjelasan dari pihak yayasan, sejumlah wali murid berharap adanya pengawasan lebih ketat dari pihak sekolah dan instansi terkait agar pelaksanaan program MBG benar-benar sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan gizi dan kesejahteraan peserta didik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP N 1 Camplong dan Leading Sektor SPPG Kabupaten belum memberikan keterangan resmi.
Redaksi
